OUTING BERSAMA FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA RIAU (FPTI)

PEKANBARU. Belajar tidak hanya berada di dalam kelas. Sampai pada tingkatan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan bisa juga dilaksanakan di luar ruangan. Seperti aktivitas siswa  kelas 4 SD Juara Pekanbaru berada di purna MTQ Sudirman untuk langsung mempraktekkan pembelajaran tentang pekerjaan. (18/10).

Adapun pekerjaan yang ingin kami rasakan pada kesempatan ini adalah menjadi atlet. Profesi yang mungkin banyak dilupakan.padahal profesi ini banyak mengkontribusikan kebanggaan untuk bangsa indonesia dimata dunia.setelah sampai di lokasi,anak-anak disambut oleh kakak kakak pembina dari  FPTI Riau.

Sebelum melaksanakan panjat tebing, kegiatan dimulai dengan pengenalan alat-alat yang akan digunakan selama memanjat tebing yaitu Harnes untuk pengaman bada. Tali untuk menarik badan. Magnesium untuk agar tangan tidak licin. Karabiner dan figur 8 untuk alat belayer. Lalu dilanjutkan dengan pemanasan agar tubuh tidak kaget ketika melakukan panjat tebing.  Kemudian sampai di kegiatan inti yaitu memanjat tebing atau sport climbing.

Dimulai dari pesera didik laki-laki dimana agfan mampu memanjat smpai k garis finish atas.luar biasa.setelah itu dilanjutkan dengan peserta didik perempuan yang memerlukan keberanian dan semangat yang tinggi untuk bisa sampai kepuncak.Kk deni atlit riau dan ketua climbing club pembina dari federasi panjat tebing Indonesia mengatakan bahwa anak-anak SD Juara Pekanbaru  ada yang menjadi atlit panjat tebing di masa yang akan atang.dimana RIau peringakt 6 pon jawa barat.

Sebuah prestasi yang membanggakan. Wirna salah satu murid menyampaikan perasaab bahagianya bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang atlit. Butuh kerja keras dan membunuh rasa takut agar sampai pada tujuan yang ingin dicapai. bu Dian sebagai guru pendamping  menginginkan agar peserta didik tidak hanya melihat dan tahu di buku tentang jenis-jenis pekerjaan tetapi juga langsung melihat bagaimana sebuah pekerjaaan itu dilakukan.