Orang Tua Siswa, Guru, Bisa Jadi Entrepreneurship di Sekolah

Berbicara Kewirausahaan ( Entrepreneurshif)  , indentik dengan mereka yang punya uang banyak , Modal Banyak , sehingga membuat mereka sebagian  guru orang tua yang tidak mampu hanya mengandalkan dana Operasional yang sudah di tetapkan oleh Pusat atau dalam hal ini Yayasan. Sehingga sebagian guru yang mempunyai kreatif dan kemampuan untuk memngembangkan bakatnya kadang terbentur dengan kurangnya sarana dan prasarana,  Jiwa Kewirausahaan (Entreprainershif ) bukan tamat sekolah ,atau Kuliah baru berfikir jadi pengusaha, Sejak Dini di kenalkan anak bagaiamana proses mendapatkan uang , bukan besarnya melainkan prosesnya bahwa pengusaha tidak yang beruntung besar dan yang bermodal besar tapi bagaimana anak sejak dini sudah tertanam jiwa WIRA USAHA.nya.

Salah satu Kompetensi Kepala Sekolah yaitu mempunyai jiwa Kewirausahaan (Entreprenershif ) seperti yang sudah di tegaskan di peraturan menteri pendidikan Nasional No.13 Tahun 2007, Kepala Sekolah bisa melihat peluang sekecil apapun yang bisa di jadikan sumber tambahan untuk operasional Sekolah.

Tidak ada yang salah Allah.SWT. di dalam mencipkan umatnya ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang mampu ada yang kurang mampu dan seterusnya. Di sini kami Selaku Kepala sekolah mengadakan Analisis terhadap potensi yang di miliki oleh orang tua, ternyata sebagian orang Tua di SD Juara Al Hikmah Jayapura, mempunyai kemampuan membuat Kue, yang biasa di jual keliling dan ada yang di jual sendiri di depan rumahnya.

Dengan Melihat potensi ini Kami kumpulkan semua SDM yang ada di Sd juara Al Hikmah dengan berbagi tugas tambahan, setiap jum,at Sore ada kegiatan rutin Pengajian orang tua, di situ Guru Wali kelas menyampaikan rencana program Kewirausahaan yang di canangkan oleh sekolah yaitu dengan cara

  1. Orang tua yang mempunyai keahlian membuat kue bergantian   menitipkan kue di sekolah
  2. Di jual oleh anaknya sendiri yang di dampingi oleh gurunya bahkan di hari pertama Kepala sekolah mendampingi langsung siswa yang lagi jualan untuk menguatkan rasa percaya diri dan jiwa kewirausahaan ( Entreprainershif)
  3. Sistem bagi hasil sesuai kesepakatan , kue harga Rp.1500 dari orang tua di jual dengan harga Rp.2.000, sehingga ada ke untungan sebesar Rp.500 Rupiah setiap kue ke untungan tersebut yang masuk Kas sekolah yang setiap Minggu di umunkan laporan keuangnya.
  4. Jam Jualan jam Istirahat pertama di lanjut istirahat ke dua di bawa ke Halaman Masjid , mengingat Masjid Al Hikmah mempunyai cukup banyak jamaah yang berpotensi sebagi pembeli,

Kewirausahaan ( Entreprainershif) belajar untuk  berfikir kreatif , Inofatif, positif dan menggerahkan hati nurani agar lebih Pro Aktif , berani membuat perubahan , mendorong keingintahuan , ulet Gigih , berani mengambil Resiko , dan yang lebih penting mengajarkan ke peserta Didik tentang pentingya Prakarsa ( keberanian Moral) untuk melakukan hal – hal yang baru yang belum pernah di lakukan, sudah saatnya pendidikan jiwa kewirausahan di ajarkan di sekolah khusunya di pendidikan Dasar,untuk menambah Dana Operasional Sekolah.

Olah karena itu, ada beberapa manfaat yang bisa di ambil, di antaranya :

  1. Menjadikan Kewirausahaan ( Entreprainer) sebagai sumber belajar siswa yang menyenangkan.
  2. Menanamkan Tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah sejak dini.
  3. Menciptakan kreatifitas dan menghidupkan perekonomian orang tua siswa.
  4. Siswa belajar memahami proses mendapatkan uang.
  5. Menjadikan Sekolah yang pantang menyerah, dan mencari solusi yang terbaik di dalam menambah biaya operasional Sekolah.

Untuk menjadi pengusaha di mulai dengan keberanian, mengambil Resiko memperhitungkan untung rugi , dan selalu berinovasi menangkap peluang sekecil – kecilnya dan menjadikan peluang tersebut menjadi besar.

 

 

 

Oleh :

(Damino / Kepala Sekolah SD Juara Al Hikmah Jayapura)