Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk

Jum’at, 11 April 2019 kelas 5 SD JUARA JAKSEL melakukan outing class dengan mengunjungi Hutan Mangrove di Pantai Indah Kapuk.
Outing class yang melibatkan orangtua murid juga merupakan PR pembelajaran semester ganjil yang baru bisa terlaksana kemarin.

Kami berangkat pukul 9.00 dengan menggunakan jasa transportasi Trans Jakarta yang telah kami booking satu minggu sebelumnya. Setelah menempuh perjalanan jauh kurang lebih 2 jam akhirnya kami tiba di sana.
Perjalanan jauh membuat kami memutuskan untuk makan siang dan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan hutan yang sangat luas. Ditemani Pak Tarji sang pemandu, kami menyusuri kawasan hutan yang telah direboisasi sejak tahun 2002. Menurut Pak Tarji, sebelum 2002, kawasan hutan luasnya lebih dari 10 ribu hektare, namun berkurang karena banyak nya bangunan beton.
Di antara sekian jenis pohon Mangrove, beliau memperkenalkan jenis Mangrove yang fungsinya tidak saja menahan abrasi tapi juga mengurangi polutan yang mencemari air laut. Beliau memberikan contoh daun Mangrove yang terasa asin karena daya serapnya terhadap polutan
Selain akar Mangrove, pohon api-api juga berfungsi menahan perusakan kawasan pantai, sayangnya pohon ini mudah mati bila tertutup benda plastik. Ketika air laut pasang iklan banyak sekali membawa sampah, tapi sehingga ketika surut sampah akan tersangkut pada akar Mangrove dan pohon api-api.
Selain mengenalkan kami pada jenis tumbuhan yang ada, pak Tarji juga menunjukkan kami beberapa jenis burung yang hidup di sana, ada belibis, bangau, kuntul kerbau dan jenis lainnya.
Ketika kami mengutarakan niat kami sebetulnya juga ingin menanam pohon Mangrove tapi terkendala biaya (Rp. 150.000 per pohon) maka pak Tarji pun mengajak kami ke area penyemaian. Di area ini kami mengetahui cara menyemai bibit pohon Mangrove, mempelajari usia pohon Mangrove dengan melihat jumlah helai daunnya.
Tak terasa lebih dari 2 jam kami menyusuri hutan Mangrove, kami pun beristirahat di sekaligus berpamitan pada pak Tarji. Sebelum pulang beliau kembali mengingatkan kembali pada kami untuk menjaga lingkungan yang dengan tidak membuang sampah sembarangan agar generasi nanti tetap bisa menikmati lingkungan hidup yang telah kita jaga.
Kami pun pulang setelah sholat ashar dan dijemput oleh bus Trans Jakarta untuk diantar ke Terminal bus Ragunan.

Kontributor: Utik Masliyah